Demo Angkutan Kota Depok 29 maret 2017

Para seluruh supir angkot pada tanggal 29 maret akan mengadakan demo membahas masalah taksi online serta ojek online sebab penghasilan mereka menurun,dan sedangkan taksi online tidak punya izin trayek seperti angkutan umum maka dari itu supir angkutan kota tidak senang adanya online...para calon penumpang pada tanggal 29 maret akan sengsara dan aksi demo akan di selengarakan pada jam 10.00 wib sampai dengan selesai bilamana supir angkot arogan maka para ojek online akan membalas seperti yang terjadi di tangerang dan di bogor...

panduan belajar internet

Selasa, 28 Februari 2017

TRANSJAKARTA AKAN DIGANTIKAN OLEH BUS INI!

TRANSJAKARTA AKAN DIGANTIKAN OLEH BUS INI!

Merasa jengah dengan pelayanan bus Transjakarta? Sabar sebentar, karena Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sudah menemukan bus yang lebih baik dari bus yang dipakai oleh Transjakarta sekarang. Bahkan Ahok sudah mencoba sendiri kenyaman dan ketangguhan bus tersebut.
Bus yang dimaksud bernama bus Scania. Scania berasal dari Swedia, dan sudah digunakan oleh berbagai negara seperti Singapura, Estonia, Norwegia, Inggris, dan Australia. Menurut Ahok masa pakai bus Scania mencapai 30 tahun.

“Ada hitungan harga dan biaya, lalu dibandingkan dengan masa pakai barang yang dibeli. Kalau bis Scania di Singapura, walaupun sudah 20 tahun dipakai, lalu dijual ke Afrika, masih dipakai lagi di Afrika. Berarti masa pakainya bisa 30 tahun,” ucap Ahok.
Scania merupakan salah satu produsen terbesar di dunia. Berpusat di Kota Sodertalje, Swedia, dan berdiri sejak tahun 1891.
Semoga dengan digantinya bus Transjakarta memakai bus Scania, tidak akan ada lagi keluhan pekara rusak atau bahkan terbakarnya bus Transjakarta. Tapi, kapan?
Hasil gambar untuk bus scania terbaru di indonesia

Cerita Rakyat Si Pitung : Jagoan Dari Betawi


Hati si Pitung geram sekali. Sore ini ia kembali melihat kesewenang-wenangan para centeng Babah Liem. Babah Liem atau Liem Tjeng adalah tuan tanah di daerah tempat tinggal si Pitung. Babah Liem menjadi tuan tanah dengan memberikan sejumlah uang pada pemerintah Belanda, Selain itu, ia juga bersedia membayar pajak yang tinggi pada pemerintah Belanda. Itulah sebabnya, Babah Liem mempekerjakan centeng-centengnya untuk merampas harta rakyat dan menarik pajak yang jumlahnya mencekik Ieher.
Si Pitung bertekad, ia harus melawan para centeng Babah Liem. Untuk itu ia berguru pada Haji Naipin, seorang ulama terhormat dan terkenal berilmu tinggi. Haji Naipin berkenan untuk mendidik si Pitung karena beliau tahu wataknya. Ya, si Pitung memang terkenal rajin dan taat beragama. Tutur katanya sopan dan ia selalu patuh pada kedua orangtuanya, Pak Piun dan Bu Pinah.
Beberapa bulan kemudian, si Pitung telah menguasai segala ilmu yang diajarkan oleh Haji Naipin. Haji Naipin berpesan, "Pitung, aku yakin kau bukan orang yang sombong. Gunakan ilmumu untuk membela orang-orang yang tertindas. Jangan sekali-kali kau menggunakannya untuk menindas orang lain." Si Pitung mencium tangan Haji Naipin lalu pamit. Ia akan berjuang melawan Babah Liem dan centeng-centengnya.
"Lepaskan mereka!" teriak si Pitung ketika melihat centeng Babah Liem sedang memukuli seorang pria yang melawan mereka.
"Kalian tak perlu tahu siapa aku, tapi aku tahu siapa kalian. Kalian adalah para pengecut yang bisanya hanya menindas orang yang lemah!" jawab si Pitung."Hai Anak Muda, siapa kau berani menghentikan kami?" tanya salah satu centeng itu.
Pemimpin centeng itu tersinggung mendengar perkataan si Pitung. Dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk menyerang si Pitung. Namun semua centeng itu roboh terkena jurus-jurus si Pitung. Mereka bukanlah lawan yang seimbang baginya. Mereka Ian terbirit-birit, termasuk pemimpinnya.
Sejak saat itu, si Pitung menjadi terkenal. Meskipun demikian ia tetaplah si Pitung yang rendah hati dan tidak sombong.
Sejak kejadian dengan para centeng Babah Liem, si Pitung memutuskan untuk mengabdikan hidupnya bagi rakyat jelata. Ia tak tahan menyaksikan kemiskinan mereka, dan ia muak melihat kekayaan para tuan tanah yang berpihak pada Belanda.
Suatu saat ia mengajak beberapa orang untuk bergabung dengannya. Mereka merampok rumah orang-orang kaya dan membagikan hasil rampokan tersebut pada rakyat jelata. Sedikit pun ia tak pernah menikmati hasil rampokan itu secara pribadi.
Rakyat jelata memuji-muji kebaikan hati si Pitung. Sebaliknya, pemerintah Belanda dan para tuan tanah mulai geram. 
Kesal karena tak bisa menangkap si Pitung, pemerintah Belanda menggunakan cara yang licik. Mereka menangkap Pak Piun dan Haji Naipin. Salah satu pejabat pemerintah Belanda yang bernama Schout Heyne mengumumkan bahwa kedua orang tersebut akan dihukum mati jika si Pitung tak menyerah. Berita itu sampai juga ke telinga si Pitung. Ia tak ingin ayah dan gurunya mati sia-sia. Ia lalu mengirim pesan pada Schout Heyne. Si Pitung bersedia menyerahkan diri jika ayah dan gurunya dibebaskan. Schout Heyne menyetujui permintaan si Pitung. Pak Piun dibebaskan, tapi Haji Naipin tetap disandera sampai si Pitung menyerahkan diri. Akhirnya si Pitung muncul. "Lepaskan Haji Naipin, dan kau bebas menangkapku," kata si Pitung. Schout Heyne menuruti permintaan tersebut. Haji Naipin pun dilepaskan.Apalagi banyak perampok lain yang bertindak atas nama si Pitung, padahal mereka bukanlah anggota si Pitung. Pemerintah Belanda kemudian mengeluarkan perintah untuk menangkap si Pitung. Meskipun menjadi buronan, si Pitung tak gentar. Ia tetap merampok orang-orang kaya, dengan cara berpindah tempat agar tak mudah tertangkap.
"Pitung, kau telah meresahkan banyak orang dengan kelakuanmu itu. Untuk itu, kau harus dihukum mati," kata Schout Heyne.
"Kau tidak keliru? Bukannya kau dan para tuan tanah itu yang meresahkan orang banyak? Aku tidak takut dengan ancamanmu," jawab si Pitung.
"Huh, sudah mau mati masih sombong juga. Pasukan, tembak dia!" perintah Schout Heyne pada pasukannya.
Pak Piun dan Haji Naipin berteriak memprotes keputusan Schout Heyne. "Bukankah anakku sudah menyerahkan diri? Mengapa harus dihukum mati?" ratap Pak Piun. Namun Schout Heyne tak perduli, baginya si Pitung telah mengancam jabatannya.
Suara rentetan peluru pun memecahkan kesunyian, tubuh si Pitung roboh bersimbah darah terkena peluru para prajurit Belanda. Pak Piun dan Haji Naipin sangat berduka. Mereka membawa pulang jenazah si Pitung kemudian menguburkannya. Berkat jasa-jasanga, bangak sekali orang yang mengiringi pemakamannga dan mendoakannga. Meskipun ia telah tiada, si Pitung tetap dikenang sebagai pahlawan bagi rakyat jelata.